Lautan Pemikiran

Berfikir Jalan Keimanan

Mencetak ‘Sang Khalifah’

Posted by thinker on 03/09/2008


ImageJudul: Mencetak ‘Sang Khalifah’
Penulis: Dr. Yuliana, MSi.
Penerbit: Mahabbah Pustaka
Cetakan: Juni 2008
Tebal: 84 halaman
Harga : Rp. 7.000,-

Orangtua mana yang tak mau anaknya menjadi seorang pemimpin? Orangtua mana tak mau mendidik anaknya hingga ia menjadi yang terbaik kelak? Tentu tidak ada. Namun, ketika ditanya bagaimana caranya? Maka tak sedikit orangtua yang menggelengkan kepala tanda ketidaktahuannya. Memang, mendidik seorang anak mengharuskan kita memiliki ilmunya.

Anak merupakan hadiah terindah dan teristimewa sekaligus amanah dari Allah SWT. Merawat, mendidik dan membesarkan anak adalah ladang pahala bagi orangtua yang akan dipanen kelak di akhirat. Tentu telah sampai pada kita sabda Rasulullah saw, “Bila seorang manusia meninggal, terputuslah semua amalannya kecuali tiga perkara: shadaqah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang berdoa untuknya.” Hadits riwayat Muslim ini semestinya menjadi pendorong para orangtua supaya mendidik anaknya menjadi anak sholeh yang akan menjadi penolongnya di akhirat kelak.

Di samping itu, bagi umat, anak-anak adalah generasi penerus para penyeru al khair (Islam). Anak-anak adalah pewaris perjuangan yang saat ini dilakukan kaum muslimin dalam mengembalikan tatanan Islam. Mereka akan menerima tanggung jawab untuk meneruskan perjuangan suci, demi eksistensi kalimatullah di muka bumi. Oleh karenanya, anak harus dididik untuk diarahkan agar mereka siap menjadi pemimpin di masa mendatang.

Sedangkan bagi Negara, anak adalah aset penerus masa depan bangsa dan Negara. Merekalah yang akan menghantarkan akan kemana arah dan nasib Negara di era generasinya nanti. Karena itu, pendidikan anak hendaknya dipandang dalam skala generasi (bukan sekedar individual).

Lalu, bagaimana Rasulullah saw mengajarkan pada kita dalam mendidik dan menyiapkan anak-anak kita sebagai generasi pemimpin kelak? Setidaknya ada beberapa poin yang dijelaskan lebih gamblang oleh buku ini. Pertama, berniat mendidik anak dalam rangka dakwah untuk meninggikan kalimat Allah, yakni mewujudkan generasi pemimpin yang bertanggung jawab menuju tercapainya khairu ummah.

Selanjutnya, orangtua hendaknya mengenali potensi dari masing-masing anaknya. Orangtua pun berkewajiban mengarahkan dan memberikan stimulasi agar potensi tersebut berkembang. Dalam mendidik anak-anak, orangtua juga perlu menanamkan konsep diri positif dan motivasi diri pada mereka. Tanamkan pada diri anak-anak kita bahwa mereka adalah penerus perjuangan Islam, pembela kebenaran, penerap Kitabullah dan Sunnah RasulNya serta menjadi bagian dari ummat yang terbaik.

Curahan kasih sayang dan komunikasi yang efektif juga perlu dilakukan dalam mendidik anak-anak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: