Lautan Pemikiran

Berfikir Jalan Keimanan

Membuka Lembaran Diari Yang Baru

Posted by thinker on 31/12/2008

Hari ini telah masuk 1 Januari 2009. Sepanjang hidup saya, belum pernah menulis seluruh aktiviti harian selama setahun itu lengkap di dalam satu buku diari. Kalau membeli buku diari setiap tahun itu memang tidak pernah ‘miss’ dong. Tapi, kalau menulis semuanya di dalam diari, untuk satu hari kelak kita akan melihat, membelek dan membacanya sendiri, lalu kita bakal senyum dan tertawa atas apa yang pernah kita lakukan. Itu untuk yang lucu. Kalau ia pahit, tentu kita akan teresak sendirian mengenangkannya. Kalau manis, kita bakal senyum dan berimaginasi sendirian atau berkongsi dengan teman terdekat kita. Toh, itu memang sifat dan naluri manusia yang semula jadi. Tangis dan tawa, kecewa dan bahagia itu memang suatu lumrah dalam mengisi sifat manusiawi itu sendiri.

Teman, saya pernah berazam dan berangan-angan untuk menulis lengkap seluruh kejadian yang berlaku pada detik kehidupan saya di dalam buku diari, lalu dibaca oleh saya di kemudian harinya sebagai santapan muhasabah diri. Alih-alih, ia tidak berlaku. Haha. Saat saya menulis artikel ini, saya sedang tersenyum sendirian kerana memikirkannya. Hendak ketawa, khawatir orang tua saya bangkit dari tidurnya, dan memikirkan kejadian aneh yang berlaku pada anaknya yang aneh ini. Memang, menulis di dalam buku diari bukanlah suatu hal yang wajib bagi sesiapa sahaja. Toh, tidak ada dalil yang mewajibkannya. Namun, ia hanyalah sekadar hobi dan teknik penulis untuk berlatih dan mengkreatifkan teknik penulisan, sambil menulis semua pengalaman dan peristiwa yang terjadi dan lintasan ilham yang tidak bakal kunjung pada setiap masa. Idea, ilham dan pengalaman dalam peristiwa yang dialami oleh setiap manusia sebenarnya adalah ilmu yang boleh dicurahkan sebagai nasihat dalam bentuk penulisan dan aliran kata. Sebab itulah, penulis juga cuba untuk senantiasa membawa buku diari dan menulis apa aja yang terlintas di dalam fikiran dan pada setiap kejadian yang berlaku.

Saya telah membeli buku diari sejak sebulan yang lalu. Saya juga telah menulis beberapa peristiwa penting dan idea yang tercetus agar boleh dikongsikan di dalam blog ini, dan juga tatkala bertemu dengan teman-teman di luar sana. Moga dengan niat dan azam saya yang berkobar-kobar (wow!) ini dapat diteruskan dengan istiqamah dan bukan angan-angan taik ayam, huhu. Bercakap memang senang, tapi melakukannya suatu hal yang tidak mudah dan perkara yang berbeda.

Seperti mana kedua Malaikat yang tidak pernah ‘miss’ mencatat amal kita. Saya juga berharap agar dapat menulis setiap apa yang telah saya lakukan. Apakah baik, apakah buruk. Moga penulis dapat menjadi manusia yang senantiasa dicatat amalnya di sisi amal soleh dan bukan sebaliknya. Semoga penulisan saya sepanjang setahun lalu, adalah berupa kebaikan dan bukan kerana sifat takbur, riak dan sombong diri. Saya mohon dan berdoa kepada Allah SWT agar senantiasa memberi petunjuk dan hidayah kepada saya ketika menulis, bercakap dan beramal. Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati manusia, teguhkanlah jiwa-jiwa hamba-hamba-Mu ini di jalan yang lurus dan diredhaimu.

Wallahu’alam…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: