Lautan Pemikiran

Berfikir Jalan Keimanan

Tsunami Sinetron Indonesia

Posted by thinker on 13/01/2009

Perkara ini telah lama berlegar dalam fikiran saya. Entah sejak bila, dan atas dasar apa, sinetron dari Indonesia mula laris dan terjaja di Malaysia. Mulai dari televisyen yang tidak berbayar sehinggalah yang berbayar seperti ASTRO. Kini sinetron sudah semakin mendapat tempat dalam masyarakat. Filem-filemnya yang menceritakan berbagai-bagai hal. Mulai dari hal-hal kekeluargaan, percintaan, konflik, dongeng dan banyak genre lain lagi sehinggalah dalam hal-hal yang berbentuk mitos.

Kita mungkin tahu tentang sinetron Bawang Putih, Bawang Merah, yang siarannya ditayangkan sehingga 2 kali kerana permintaan orang ramai (katanya). Yang terbaru, sinetron yang bertajuk Istri Untuk Suamiku, yang mengadaptasi filem Hindustan, Har Dil Jo Pyar Karega. Mungkin banyak yang tidak perasan, tapi saya cuba berfikir dan berfikir, tentang tsunami sinetron ini di dalam kancah kehidupan kita.

Apa yang dapat saya ungkapkan ialah, “bahaya! Bahaya! dan bahaya!”. Produk sinetron dari indonesia ini sememangnya banyak mengandungi unsur khurafat dan bertolak belakang dengan sunah alam dan syariat islam, seperti kewujudan pari-pari, manusia jadian, ilmu ghaib dan magik lainnya. Bukan hanya itu, dongeng-dongeng yang langsung tidak ada faktanya juga dipaparkan dalam segenap bentuk dan kronologi penceritaannya sehingga membuat para penonton terhibur dan ‘feel’ dengannya.

Benarlah sabda nabi saw:

Bersabda: Kamu telah mengikuti sunnah orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sehingga jika mereka masuk ke dalam lubang biawak, kamu tetap mengikuti mereka. Kami bertanya: Wahai Rasulullah, apakah yang engkau maksudkan itu adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani? Baginda bersabda: Kalau bukan mereka, siapa lagi? (HR. Bukhari Muslim)

Perkhabaran dari Rasulullah di atas jelas dan memperingatkan kepada kita tentang fenomena yang berlaku pada diri umat islam dan misi non-muslim (Yahudi dan Nasrani) dalam menyebarkan segala macam apa yang boleh merosakkan umat islam, yang akhirnya kita akan mengikut ‘millah’ (cara hidup) mereka.

Guys, mohon maaf. Sebenarnya sinetron adalah pembukaan awal saya untuk mengkritik industri perfileman yang semakin hari, semakin parah. Sebenarnya, industri perfileman yang senada dengan sinetron Indonesia ada juga di Malaysia. Buka saja tv anda pada waktu malam di televisyen perdana. Berbagai-bagai genre yang dipaparkan. Tidak ketinggalan genre horor yang semakin rancak diproduserkan oleh pengarah tempatan. Motifnya apa? tentu keuntungan akibat dari demand yang banyak, tanpa memikirkan baik dan buruk (hasan wa qobih) di sisi islam.

Artikel ini ringkas, tapi saya berharap mesej yang saya cuba sampaikan difahami oleh pembaca sekalian, dan saya berlindung kepada Allah SWT dari segala macam bencana, dan praktik yang bertentangan dengan syariat yang akan menjerumuskan kita ke lembah neraka.

Wallahu’alam…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: