Lautan Pemikiran

Berfikir Jalan Keimanan

Mengenang Ukhwah Sesama Mukmin

Posted by thinker on 20/03/2009

emo

Atas nama kebenaran, dua kubu massa saling berhadapan. Mereka saling berhujah, saling menuduh, saling memfitnah dan pada akhirnya saling ‘membunuh’. Baru-baru ini, saya dikejutkan dengan beberapa siri fitnah dan tohmahan yang ditujukan ke atas satu gerakan islam (pasti anda sudah dapat menebak siapa). Atas nama perjuangan versi mereka, maka versi jemaah lain pula disesatkannya. Jika klaim tersebut berdasarkan argumentasi dan muhasabah yang datangnya dari hujah syar’e, maka tidaklah dihairankan, tetapi ia sangat dihargai atas nama kebenaran. Di satu sisi yang lebih besar dan global lagi, terjadinya perseteruan yang amat kuat di antara satu sama lain. Namun sayang, setelah diselidiki mereka adalah sesama muslim juga. Iran dan Iraq saling bersengketa, Mesir dan Lubnan sering bertelagah, padahal ada saudara mereka yang dalam kesengsaraan di seberang sana. Benarkah sesama muslim itu bersaudara? Jika benar, mengapa hal di atas boleh terjadi?

Memang demikianlah yang banyak terjadi di berbagai belahan bumi. Umat Islam bermusuhan  sesamanya, sehingga dampaknya boleh kita saksikan bersama. Umat Islam kini rosak dalam jurang kehancuran. Padahal kalau kita melihat sejarah Islam terdahulu, kita akan tercengang. Umat Islam terdahulu adalah umat yang kuat serta disegani musuh-musuhnya, bahkan merupakan umat yang tiada tandingan dari umat lain yang ada di muka bumi ini dalam setiap aspek. Intinya, umat Islam saat itu mampu mencapai kejayaan yang gilang gemilang dengan sangat luar biasa.

Namun, mengapa hal yang sebaliknya berlaku saat ini? Penyebabnya tidak lain adalah hancurnya jalinan benang ukhuwah Islamiyah. Umat Islam sekarang lebih mengutamakan ikatan puak-puak berbanding ikatan aqidah. Hal inilah yang menyebabkan begitu mudahnya umat Islam tercerai berai menjadi banyak golongan. Padahal hal itu dilarang tuhan semesta alam.

“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kalian bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kalian dulu bermusuhan maka Allah mempersatukan hati kalian, lalu menjadilah kalian kerana nikmat Allah orang-orang yang bersaudara, dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk” (Ali Imron [3]: 103).

“Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat seksa yang berat.” (TQS Al-Imran[3]: 105)

Rasulullah saw memberi peringatan kepada umatnya tentang kehancuran umat akibat perpecahan.

“Sesungguhnya Allah SWT telah menggulung bagiku bumi ini sehingga aku dapat melihat ufuk timur dan ufuk baratnya. Sesungguhnya kekuasaan umatku akan sampai kepada apa yang digulungkan kepadaku tadi. Kekuasan umatku mencakup bangsa hitam mahupun putih. Dan aku memohon kepada Rabbku untuk umatku agar umatku itu tidak binasa akibat kelaparan yang sangat, dan agar mereka tidak dapat dihancurkan oleh musuh dari luar mereka. Rabbku seraya menyatakan: Wahai Muhammad, sesungguhnya apabila Aku menetapkan suatu ketetapan maka hal tersebut tidak akan dapat ditolak. Aku memberikan bagi umatmu agar mereka tidak binasa akibat kelaparan yang merebak (wabak) serta musuh dari luar diri mereka tidak dapat menguasainya sekalipun mereka berkumpul dari berbagai penjuru hingga sebahagian umatmu itu menghancurkan sebahagian yang lain, dan sebahagian mencaci sebahagian yang lain.”

Dari hadis di atas, jelaslah bahawa hancurnya umat Islam serta mampunya musuh-musuh Islam menguasai umat Islam bukanlah disebabkan kerana kelaparan atau kekurangan makanan. Namun, hancurnya umat Islam dan dikuasainya umat islam oleh musuhnya adalah kerana terjadi perselisihan sesama muslim yang menjadi puncak permusuhan di dalam tubuh umat Islam itu sendiri. Naudzubillah min syarri dzalik!

Seruan Kepada Mereka yang Bergelar Mukmin

Wahai saudaraku, masih ingatkah kita dengan penderitaan saudara kita di palestin, masih sempat berdoakah kita untuk saudara kita yang sedang diseksa oleh Amerika di Iraq, sempatkah kita melihat saudara-saudara kita yang saat ini masih mencari kehidupan kembali setelah musibah tsunami menimpa mereka.

“Barangsiapa yang tidak memperhatikan kepentingan kaum muslimin, maka ia bukanlah termasuk di antara mereka. Dan barang siapa yang tidak berada di waktu pagi dan petang selaku pemberi nasihat bagi Allah dan rasulNya, bagi kitabNya, bagi pemimpinnya dan bagi umumnya kaum muslimin, maka ia bukanlah termasuk di antara mereka.” (HR. Ath-Thabrani)

Janganlah kerana kita berbeza parti/jemaah, berbeza suku dan Negara lantas kita bermusuhan. Janganlah kerana kita disibukkan dengan aktiviti harian, lalu kita melupakan saudara-saudara kita. Janganlah kerana kita sendiri sedang diberi cubaan oleh Allah berupa kesempitan dalam hidup akhirnya kita egois dan tidak peduli dengan saudara-saudara kita yang lain.

“Kamu akan melihat orang-orang yang beriman saling berkasih sayang, saling mencintai, saling mengasihi iaitu bagaikan satu tubuh. Apabila satu anggota saja sakit, maka tertariklah bagian anggota yang lain ikut sakit dengan tidak dapat tidur dan badan panas.” (HR. Bukhari Muslim)

Sesungguhnya petunjuk Allah sudah jelas melalui firmannya, dan sesungguhnya sudah jelas teladan yang telah diberikan Rasulullah kepada kita. Marilah kita rajut kembali benang ukhuwah ini, tidak perduli kita dari partai mana, tidak perduli kita dari Negara mana, tidak perduli kita dari golongan kaya atau miskin. Selama kita mengaku orang Islam, marilah kita saling berangkulan, saling mendoakan dan saling membantu. Sehingga kejayaan yang telah hilang bisa kita raih kembali.

“Sesungguhnya kaum mukmin itu bersaudara, kerana itu damaikanlah di antara saudaramu itu, dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” (TQS Al-Hujurat[24]: 10)

Wallahu’alam…

*Luahan hati dari saudaramu yang mencintakan ukhwah persaudaraan sesama mukmin

One Response to “Mengenang Ukhwah Sesama Mukmin”

  1. dr izzah said

    betul!betul!betul! No doubt about it! hopefully yang memfitnah menjenguk ke ruangan ini dan dilembutkan hatinya oleh allah swt utk kembali ke tujuan sebenar perjuangan dakwah dan tidak lagi berkata..”menegakkan khilafah tidak wajib kerana umat islam saat ini tiada penyatuan dan tiada kemampuan..” huh?????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: