Lautan Pemikiran

Berfikir Jalan Keimanan

Ringkasan : Sistem Uqubat Di Dalam Islam

Posted by thinker on 20/03/2009

dsc00081

Bentuk-bentuk Hukuman Di Dalam Islam

Jenis-jenis hukuman dalam Islam ada empat, yakni: (1)hudud, (2) jinayat, (3)ta’zir, dan (4)mukhalafat.

1) Hudud

Menurut bahasa, hudud bererti sesuatu yang membatasi di antara dua hal. Menurut syar‘i, hudud bermakna sanksi atas kemaksiatan yang telah ditetapkan (kadarnya) oleh syariat dan ketentuan tersebut menjadi hak Allah. Di sebut hudud, kerana secara umumnya ia mencegah pelakunya dari kemaksiatan serupa (berulang kali). Sebutan hudud dikhususkan bagi sanksi kejahatan yang di dalamnya terdapat hak Allah. Hudud hanya dijatuhkan atas tindak kejahatan berikut:

Pertama, zina – pelaku direjam jika berstatus muhshan (telah menikah), dan disebat sebanyak 100 kali jika ghayr muhshan (belum menikah).

Kedua, homoseksual/liwath – pelaku dibunuh sampai mati.

Ketiga, Qadzaf (menuduh berzina tanpa 4 orang saksi) – pelaku disebat sebanyak 80 kali

Keempat, minum khamar – pelaku disebat 40/80 kali

Kelima, murtad (tidak mahu kembali masuk Islam) – pelaku dibunuh sampai mati

Keenam, merompak (hirabah) – pelaku dibunuh jika hanya membunuh dan tidak merampas. Tetapi, ia dibunuh dan disalib jika membunuh dan merampas harta (dipotong tangan dan kaki secara bersilang jika hanya merampas harta dan tidak membunuh). Dan dibuang daerah jika hanya meresahkan masyarakat.

Ketujuh, memberontak terhadap Negara (bughat) – pelaku diperangi dengan perang yang bersifat edukatif, yakni agar pelakunya kembali taat pada Negara, bukan untuk dihancurkan.

Kelapan, mencuri – pelaku dipotong tangannya hingga pergelangan tangan jika memang telah memenuhi syarat (nisab) untuk dipotong.

2) Jinayat

Jinayat adalah penganiayaan atau penyerangan ke atas badan yang mewajibkan adanya qishash (balasan setimpal) atau diyat (denda).  Penganiayaan di sini mencakup penganiayaan terhadap jiwa dan anggota tubuh. Jenis-jenisnya adalah:

  1. Pembunuhan/penganiayaan yang berakhir dengan pembunuhan
  2. Penganiayaan tanpa berakhir dengan pembunuhan.

Pelaksanaan qishash dilakukan jika tindakan penganiayaan dilakukan dengan sengaja, sementara denda (diyat) dilaksanakan jika penganiayaan dilakukan tidak dengan sengaja atau jika tindakan itu kemudian dimaafkan mangsa. QishAsh ataupun diyat tidak dilakukan jika mangsa membebaskan pelakunya dengan rela tanpa menuntut sebarang hukuman.

3) Ta’zir

Ta’zir secara bahasa bermakna pencegahan (al-man’u). Secara istilah ta’zir adalah hukuman edukatif (ta‘dib) dengan maksud menakut-nakuti (tankif). Sedangkan secara syar’i, ta’zir bermakna sanksi yang yang dijatuhkan atas kemaksiatan yang di dalamnya tidak ada had dan kafarat. Dalilnya adalah perbuatan Rasul saw.

Kes ta‘zir secara umum terbagi menjadi: (1) pelanggaran terhadap kehormatan; (2) pelanggaran terhadap kemuliaan; (3) perbuatan yang merosak akal; (4) pelanggaran terhadap harta; (5) gangguan keamanan; (6) subversi; (7) pelanggaran yang berhubungan dengan agama.

Sanksi ta‘zir dapat dikategorikan: (1) hukuman mati; (2) cambuk yang tidak boleh lebih dari 10 kali; (3) penjara; (4) pengasingan; (5) pemboikotan; (6) salib; (7) ganti rugi (ghuramah); (8) peyitaan  harta; (9) mengubah bentuk barang; (10) ancaman yang nyata; (11) nasihat dan peringatan; (12) pencabutan sebahagian hak kekayaan (hurman); (13) pencelaan (tawbikh); (14) pewartaan (tasyhir).

Bentuk sanksi ta‘zir hanya terbatas pada bentuk-bentuk tersebut. Khalifah atau yang mewakilinya iaitu qadhi (hakim) diberikan hak oleh syariat untuk memilih di antara bentuk-bentuk sanksi tersebut dan menentukan kadarnya. Ia tidak boleh menjatuhkan sanksi di luar itu.

4) Mukhalafat

Mukhalafat adalah pelanggaran terhadap aturan yang telah ditetapkan negara.  Syariat telah memberikan hak kepada Khalifah untuk memerintah dan melarang warganya. Manakala Khalifah berhak menetapkan serta menjatuhkan sanksi atas para pelanggarnya, pelanggaran terhadapnya (suatu ketetapan yang ditetapkan Khalifah) sebagai kemaksiatan.

Rujukan : Nidzomul Uqubat Wa Ahkam Al-Baiyinat Fil Islam (Versi Indon, Sistem Sanksi Dan Pembuktian Dalam Islam, Thariqul Izzah, 2004)

Wallahu’alam

p/s: Penulis sengaja tidak meletakkan nas-nas bagi setiap point yang diberikan. Ini kerana, tujuan penulisan kali ini adalah sebagai  ringkasan pembahasan tentang bentuk-bentuk hukuman di dalam islam

2 Responses to “Ringkasan : Sistem Uqubat Di Dalam Islam”

  1. faizal farhan said

    INDON ???
    u’re talk about ISLAM rules, and u’re avoid already.

    INDON= use for indonesian people, who admitted a crime.

    • harimatra said

      ISLAM rule not only for indonesian people, but for all of the people, because if u see Islamic rule is come from Allah/form god creat you and all of the people…are you want to agin god ???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: