Lautan Pemikiran

Berfikir Jalan Keimanan

Seorang Budak Pelempar Kerikil

Posted by thinker on 05/04/2009

marker-focus

Ada seorang budak yang tiap hari duduk di pinggir jalan. Pekerjaannya melempar sebutir kerikil kepada setiap pejalan kaki yang lalu di jalan itu.

Pertama, ada seorang lelaki yang melewati jalan itu. Pandangannya sayu, wajahnya nampak sangat lelah dan seperti banyak masalah. Tiba-tiba budak yang duduk di pinggir jalan itu tadi melempari lelaki tadi dengan kerikil. Lantas, lelaki itu marah sembari menunjuk-nunjuk ke arah budak itu dengan makian. Setelah agak lama, si lelaki menjadi lebih tenang. Namun mukanya kembali sayu, wajahnya kembali memperlihatkan keletihan. Ia pun berjalan pergi.

Kemudian ada seorang pemuda yang melewati jalan itu, si budak lalu melempari si pemuda dengan kerikil. Tanpa diduga si pemuda tiba-tiba murka, berlari mengejar si budak yang sedang duduk di pinggir jalan. Kejar mengejar pun terjadi, namun di budak dapat lari dengan selamat. Si pemuda yang dilempari kerikil pun hanya dapat mengumpat si budak dengan nafas cungap-cungap. Lalu ia pun melanjutkan perjalanannya.

Setelah agak lama si budak pelempar kerikil pun datang lagi dan duduk-duduk lagi di pinggir jalan, mencuba mencari lagi mangsa untuk dilempar kerikil. Tiba-tiba seorang lelaki tua lewat. Matanya berhati-hati melihat ke depan. Si budak lalu kembali melempar kerikil ke si pemuda tersebut. Ia tepat mengenai bahunya, tetapi anehnya lelaki tua tersebut tidak mengendahkan lemparan kerikil si budak. Merasa tidak dihiraukan, si budak kembali memungut kerikil dan melempari si pemuda tadi. Tepat mengena kepalanya, tetapi tetap saja lelaki tua tadi tidak menghiraukan lemparan kerikil si budak. Ia pun tetap melangkah laju dengan kepala tegak dan mata yang fokus melihat jalan.

Guys, ada banyak hal-hal kecil yang tak terhitung banyaknya di dunia ini yang mampu menghabiskan semua tenaga kita apabila kita layan dan terikut-ikut. Setiap hari, kita bakal disibukkan oleh sesuatu yang sebenarnya remeh dan tidak selayaknya untuk kita menyibukkan diri di dalamnya.

Guys, bukankah kita memiliki sebuah tujuan dan misi dalam hidup kita? bukankah kita punya rasa kerinduan yang sama terhadap jannah-Nya. Yang di sana kita boleh mendapatkan apa pun yang kita inginkan

Di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan (TQS Fushilat[41]: 31)

Bahawasanya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami, mereka itu dijauhkan dari neraka, mereka tidak mendengar sedikit pun suara api neraka, dan mereka kekal dalam menikmati apa yang diingini oleh mereka (TQS Al-Anbiya[21]: 101-102)

Dan lupakah kita dengan janji Rasul saw:

“………Kemudian akan datang kekhilafahan berdasarkan manhaj kenabian”. (HR Ahmad)

Masih banyak yang harus kita kerjaka wahai temanku sekalian. Begitu besar tujuan yang harus kita raih. Dan Jalannya pula akan menghabiskan banyak tenaga dan kekuatan kita. Kuatkan keinginan kita agar dapat mewujudkan Janji Rasulullah tersebut. Ini kerana jika kita menjadi salah seorang pejuang Sistem Islam di muka bumi ini, maka sudah pasti akan mengalir pahala pada kita. Setiap ada penegakan hukum, baik itu hudud atau jinayah yang membawa kebaikan di tengah-tengah umat, maka ada pahala mengalir untuk kita. Setiap harta yang dizakatkan, minyak bumi yang dikeluarkan dan pelayanan publik yang membawa kemakmuran oleh sebuah Sistem Islam yang agung, ada pahala kita di sana.

Rindukah kita dengan hal yang sedemikian?

Wallahu’alam…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: