Lautan Pemikiran

Berfikir Jalan Keimanan

Mossad Terlibat Dalam Serangan 11 September 2001

Posted by thinker on 06/04/2009

SEPT 11Sebuah artikel yang dimuat dalam mingguan American Free Press mengungkap keterlibatan agen perisik Israel, Mossad dalam peristiwa serangan 11 September 2001 di AS. Apa yang mengejutkan, keterlibatan Mossad dalam serangan Black September itu melalui sepupu salah seorang tertuduh pelaku serangan 11 September.

Artikel itu menyebutkan bahawa Ziad al-Jarrah, salah seorang tertuduh bagi serangan 11 September mempunyai sepupu bernama Ali al-Jarrah yang sudah lama bekerja sebagai agen Mossad. Fakta ini membuktikan bahawa Mossad berperanan dalam serangan terorisme tersebut.

Sebelum mingguan American Free Press mengeluarkan artikel tersebut, sejumlah media massa AS sudah banyak yang mengungkap dugaan keterlibatan Israel dalam serangan teroris 11 September. Surat khabar New York Times misalnya, telah memberikan laporan tentang Ali al-Jarrah yang berkebangsaan Lebanon. Menurut New York Times, al-Jarrah telah bekerja sebagai agen perisik Israel selama lebih dari 20 tahun. Dan al-Jarrah sendiri dikhabarkan pernah mengaku bahawa ia pernah melakukan aktiviti perisikan terhadap kelompok-kelompok pejuang di Palestin dan kelompok Hizbullah di Lebanon, sejak tahun 1983.

New York Times juga menulis bahawa keluarga al-Jarrah terkenal dengan keterlibatannya dalam aktiviti-aktiviti kekerasan. Salah satunya adalah Ziad al-Jarrah yang dituduh AS sebagai salah satu dari 19 orang yang merampas pesawat komersial AS lalu melakukan serangan pada tanggal 11 September 2001.

Masih menurut New York Times, keterlibatan Israel dalam serangan teroris tersebut dapat dikesan melalui lima orang Israel yang ‘tertangkap basah’ menunjukkan kegembiraannya dengan bersorak dan saling bertepuk tangan ketika pesawat dengan nombor penerbangan 11 dan 175 melanggar bangunan World Trade Center (WTC) di New York. Disebabkan kelakuan mereka itu, pihak keselamatan dikhabarkan telah menangkap kelima-lima orang Israel tersebut, namun mereka dibebaskan secara diam-diam setelah 71 hari di penjara. Kelima orang Israel itu disyaki sebagai agen Mossad.

Sementara itu, mingguan Forward dalam laporannya mengutip pernyataan dua agen CIA yang menyatakan bahawa sekurang-kurangnya dua orang Israel yang ditangkap itu disahkan sebagai agen perisik Mossad. “Tidak ada pertanyaan, tapi perintah untuk menutup penyelidikan ke atas kes mereka datang dari Gedung Putih (White House)”, kata agen CIA itu kepada mingguan Forward.

Disebutkan pula bahawa setelah ada perintah dari Gedung Putih untuk menutup kes tersebut. Markas besar CIA secara langsung membuat keputusan untuk menutup kes ini agar tidak bocor sehingga tidak ada alasan untuk mengaitkan Israel dengan serangan 11 September yang mengorbankan nyawa sebanyak 2.970 orang.

Dugaan bahawa Mossad terlibat dalam serangan 11 September 2001 di AS juga pernah dilontarkan oleh mantan perdana menteri Italia, Francesco Cossiga. Menurutnya, serangan teroris 11 September adalah hasil konspirasi antara CIA-Mossad.

“Semua agen perisik di AS dan Eropa … tahu pasti bahawa serangan itu dirancang oleh CIA dan Mossad. Kedua-dua badan perisik itu juga membentuk suatu pandangan umum sedemikian rupa sehingga negara-negara Arab yang menanggung tuduhan serangan teroris tersebut. CIA dan Mossad ingin mendorong kekuatan-kekuatan Barat untuk ikut serta dalam perangnya di Irak dan Afghanistan,” kata Cossiga.

Keterlibatan Israel dalam serangan keji itu makin kuat setelah muncul informasi bahawa ketika serangan terjadi, seluruh orang Yahudi yang bekerja di gedung World Trade Center sudah diberitahu untuk tidak pergi kerja pada hari itu. Informasi ini diperkuat oleh laporan yang bocor ke publik, berisi laporan bahawa dua orang pegawai perusahaan Odigo-perusahaan telekomunikasi milik Israel-menerima sms peringatan akan adanya serangan beberapa jam sebelum tragedi serangan ke bangunan World Trade Center. Perusahaan Odigo pula yang mengirimkan sms berisi amaran agar orang-orang Yahudi tidak usah pergi kerja pada tanggal 11 September 2001dan lebih baik berdiam diri di rumah. Pejabat Pusat Odigo sendiri, terletak hanya dua blok dari bangunan World Trade Center.

Sumber : Eramuslim.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: