Lautan Pemikiran

Berfikir Jalan Keimanan

Kesendirian Yang Bermakna

Posted by thinker on 25/05/2009

Kesendirian,

Suatu waktu di mana kita tidak dapat menghindarinya. Banyak keadaan di mana kita harus bersendirian. Saat berada di bilik mandi, di rumah yang tiada orang lain kecuali kita, berada di sebuah ruangan warnet. Tatkala itu, kesendirian itu muncul, saat di mana syaitan dengan rancaknya menggoda kita. Ini kerana, kebiasaannya kita akan jauh lebih semangat beribadah ketika di sekitar kita ada orang. Apalagi jika orang yang dekat dengan kita itu adalah orang yang soleh, yang senantiasa “menularkan” kebaikan kepada diri kita. Ketika penghalang itu tidak ada, syaitan pun dengan leluasa menerobos masuk ke dalam hati dan fikiran kita.

Kerana iman yang lemah, kita akhirnya kerap terjebak kepada bujuk rayu syaitan. Kita menuruti segala kehendak syaitan. Sebelumnya kita rajin solat dan membaca al-Quran. Tetapi dengan cepat dan tiba-tiba, kita menjadi makhluk liar yang cinta kepada maksiat “Ah… tidak ada yang melihat saya melakukannya,” bisiknya dalam hati.

Saat kesendirian itulah keimanan kita sedang diuji. Apakah kita benar-benar mencintai Allah dengan setulus hati dan kita hanya takut kepada-Nya, atau ibadah yang kita lakukan selama ini hanya sandiwara dan ingin dipuji oleh orang yang sedang bersama kita?

Saat bersendirian, bererti kita hanya berdua-duaan dengan Allah. Alangkah baiknya kita gunakan kesempatan itu untuk bermunajat dan mendekatkan diri kepada Allah. Ketika dalam keramaian kita berzikir seratus kali. Saat sendirian pula, seharusnya zikir kita harus lebih dari itu. Uwais al-Qarny r.a. pernah berkata, “Aku tidak pernah melihat seseorang dapat mengenal Tuhannya, sementara dia lebih banyak bersama selain-Nya.”

Suatu ketika, di kala malam yang dingin dan sunyi, Imam Abu Hanifah bermunajat di sebuah masjid. Di sana beliau menghabiskan waktunya dengan solat, zikir, dan berdoa sehingga subuh menjelang. Tanpa diduga, ada orang yang melihat ibadahnya itu. Setelah mengetahui ada yang memperhatikannya, beliau lalu berkata kepada orang tersebut agar merahsiakan perihal apa yang dilihatnya.

Diriwayatkan bahawa Imam Malik tidak terlalu banyak melaksanakan puasa dan solat sunnah. Akan tetapi, kesendiriannya dipenuhi dengan aktiviti-aktiviti yang bermanfaat dan bermakna.

Seorang yang taat, di kala ramai mahupun sepi akan mereguk manisnya iman. Dia akan mendapatkan peningkatan kualiti iman dalam dirinya. Sesungguhnya semua ibadah yang kita lakukan adalah untuk diri kita sendiri, bukan untuk orang lain. Kita melakukan hal yang demikian laksana melemparkan kayu Hindi (bahan minyak wangi) ke tengah bara api, kemudian wanginya tercium oleh manusia, namun mereka tak tahu dari mana sumber wewangian itu.

Ada orang yang jika kita mendekatinya terasa damai. Ketika menatap wajahnya, semakin mendorong kita untuk banyak mengingat Allah. Semakin bergaul akrab dengannya, terasa kebaikan-kebaikannya. Cintanya kepada kita bukanlah topeng sesaat, tetapi merupakan cinta murni yang datang dari-Nya. Terasa di sekeliling kita “haruman mewangi” ketika kita bersamanya.

Namun, ada orang yang jika kita semakin dekat dengannya, hati kita semakin hampa, keras membatu, dan kotor oleh maksiat. Mungkin pada mulanya, kita menganggapnya orang baik. Namun lama kelamaan ketahuan belangnya, hatinya lebih busuk dari bangkai dan lebih kejam dari binatang liar. Merekalah orang-orang yang hanya taat di kala ramai, namun berbuat maksiat di saat sendiri.

Barang siapa yang kesendiriannya baik dan penuh makna, akan menyebarlah aroma keutamaannya dan hati pun akan senantiasa mencium wewangiannya.

Wallahu’alam…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: