Lautan Pemikiran

Berfikir Jalan Keimanan

Menganggap Remeh Dosa Kecil

Posted by thinker on 26/06/2009

Seorang teman sedang menerima panggilan dari seseorang. Mungkin saja panggilan tersebut daripada orang yang memerlukannya, atau paling tidak ingin memberitahu sesuatu kepadanya.

“Sekarang, ana sedang berada di KL ustaz.” Jawabnya ringkas. Setelah itu, perbualan dihentikan.

“Siapa?”, tanyaku singkat.

“Siapa lagi… kalau bukan mudir kita. Dia suruh ana ke sekolah sekarang kerana ada hal penting katanya.” Jelasnya, tanpa saya memintanya.

“Kenapa tak jujur je?”

“Alaa… macamlah anta tak kenal mudir kita tu macam mana… Kalau dia nak sekarang, sekarang jugak kena buat. Tak dapatlah ana join main badminton.” Jawabnya yang menampakkan sedikit kerut pada dahinya.

“Astagrfirullahal`azhiim,” Aku beristighfar mendengar jawaban teman itu.

Bukan sekadar hairan kerana dia adalah seorang yang bergelar Ustaz dan mengajar di sekolah tahfiz kini, bahkan dia juga merupakan seorang yang hafal 30 juzuk al-Quran. Ada persoalan yang lebih mendasar yang mengambang di fikiranku. Semudah inikah seseorang melakukan kebohongan. Aku percaya dia tidak punya niat sama sekali untuk melakukan dosa.

Kembali kepada permasalahan, ada persoalan yang lebih mendasar.

“Tak dapatlah ana join main badminton.”

Kata-kata yang mengalir seakan tanpa beban. Semudah itukah manusia melakukan dosa kecil. Bahkan untuk alasan yang juga sangat sederhana. Hanya sekadar agar dapat bermain badminton bersama teman. Ya Allah, Tidak sedarkah bahawa ia sedang melakukan sesuatu yang dibenci oleh Allah, tidak terfikirkah ada Zat yang tidak pernah berhenti mengawasi.

Saya jadi teringat kata-kata yang popular di tengah-tengah ikhwan ketika masih bersekolah di pesantren dahulu.

“Jangan lihat sekecil apa dosa yang engkau lakukan, tapi lihatlah sebesar apa Zat yang engkau tentang.”

Tanpa disedari, kita sering memandang ringan dosa kecil. Mungkin awalnya hanya sekali atau dua kali. Tapi ingatlah, bahawa apa pun dosa yang kita lakukan, jika ia tidak dibersihkan dengan Taubat, maka ia akan tumbuh menjadi kebiasaan. Kita mempunyai hati nurani. Ketika kita melakukan dosa, hati nurani itu akan menentang, memberontak.

Tapi jika bisikan nurani itu juga tidak kita hiraukan, maka lama-kelamaan bisikan itu juga tidak akan terdengar lagi. Ini kerana ruang hati kita telah dipenuhi oleh bisikan-bisikan syaitan. Dosa-dosa kecil yang kita lakukan seakan menjadi hal yang remeh, ringan tanpa beban.

Atau perumpamaan lain yang sering kita dengar, Hati ibarat cermin. Jika ada noda dosa yang melekat lalu kita bersihkan dengan taubat, maka kesuciannya akan tetap terjaga. Namun jika noda-noda kecil itu kita biarkan, lama-kelamaan cermin hati itu akan berkarat, dan inilah yang menghijabi antara kita dengan Allah.

Ketika kita melakukan dosa, kita seakan tidak dapat melihat cahaya Allah, lantaran dosa yang berkarat itu telah menutup cahaya untuk masuk ke dalam jiwa kita.

Maka berhati-hatilah dengan dosa kecil. Kerana jika ia dibiarkan, maka ia akan bersarang dan menjadi virus yang mematikan hati kita.

Wallahu’alam…

One Response to “Menganggap Remeh Dosa Kecil”

  1. wani said

    virus yang mematikan hati kita….

    nice words..i like that line ustaz =)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: