Lautan Pemikiran

Berfikir Jalan Keimanan

Takut Penyakit

Posted by thinker on 22/07/2009

free-H1N1Sore kelmarin saya berjalan-jalan bersama teman mencari buku di sebuah Mall. Ketika kami menaiki sebuah lif menuju ke destinasi tujuan, di situ ada seorang ibu bersama 2 orang anaknya. Sang ibu tiba-tiba dengan kaget berteriak kepada anaknya, “Hey, don’t touch anything!”. Sang ibu menyambung lagi perbicaraannya setelah kedua anaknya segera menjauhi dinding lif dan berdiri di tengah-tengah lif. “Bahaya sekarang ni, takut kena H1N1”. Sambil melototkan pandangannya pada saya, sang ibu lalu tersenyum setelah melihat kedua pandangan kami terarah padanya. Kami membalas dengan senyuman yang sewajarnya.

Secara manusiawi, sikap sang ibu ingin menjaga anak-anaknya sudah menjadi satu kelumrahan. Bahkan haiwan juga akan melakukan hal yang sama demi menjaga generasinya agar selamat.

Benar, secara faktanya sebarang penyakit itu adalah suatu kemudaratan dan bakal membawa si penghidapnya ke ruang-ruang pemulihan, atau setidaknya hanya sekadar membeli ubat di farmasi. Semua orang tahu fakta tersebut. Tidak ada manusia yang menginginkan kemudaratan bagi dirinya sendiri, walau ada fakta yang berbicara sebaliknya, misalnya orang yang membunuh diri. Namun, tidak dapat dipungkiri bahawa ia hanyalah reaksi dari sifat ingin lari dari permasalahan yang dihadapi oleh si pembunuh diri. Ini kerana, pada hakikatnya orang yang ingin atau telah membunuh diri tersebut merasakan ketakutan saat ingin membunuh diri. Tidak percaya? Silakan tonton filem-filem Hollywood yang ada.

Penyakit Yang Sekian Lama Tidak Terubat

Jika manusia berasa takut sekali dengan sebarang virus, kuman dan mikroorganisma lainnya yang berstatus penyakit, yang bakal memberi kemudaratan. Bagaimana pula dengan Sistem Kapitalis yang selama ini mengongkong potensi umat yang dahulunya adalah umat yang terbilang dari peradabannya. Tetapi, umat itu kini sudah tidak sedemikian. Umat yang dahulunya gemilang dan terbilang itu menjadi umat yang rapuh, hina dan dina. Disakiti dengan mudah dan kini tergelincir dari peradaban dunia.

Mengapa semua ini terjadi? Tidak lain dan tidak adalah kerana banyaknya penyakit-penyakit yang hinggap di dalam diri umat Islam. Penyakit itu bukan sahaja menyebabkan umat ini berada dalam kemunduran, tetapi yang lebih menyedihkan adalah penyakit-penyakit yang hinggap pada tubuh-tubuh mereka itu menjadi kebanggaan dan inspirasi perjuangan mereka. Ketika kuffar barat meniupkan harapan-harapan semu Demokrasi, mereka menerima dengan tangan terbuka. Ketika mana Hak Asasi Manusia disejagatkan oleh PBB, ia menjadi legal dan mendapat tempat dalam perlembagaan dan kanun perundangan mereka. Perjuangan-perjuangan lainnya yang semu dan bertolak belakang dari ajaran Islam semakin dimarakkan lagi oleh golongan-golongan yang mengaku dirinya sebagai pejuang Islam. Lihat saja golongan feminisme yang memperjuangkan kesamarataan gender. Entah semenjak bila ada agama Islam yang suci ini mengabaikan satu gender dari dua gender yang ada.

Di sisi lain, lahirnya ulama’-ulama’ yang dididik dengan tsaqofah (pemikiran) barat yang mengeluarkan banyak pendapat berkenaan hukum hakam yang sama sekali tidak ada dalam ‘kamus’ syariat. Mereka mengatakan bahawa pendapat mereka lahir dari ijtihadnya, walhal ijtihad itu tidak semurah yang mereka sangkakan, yang mengatakan bahawa perubahan zaman, akan mengubah pula status hukum-hukum yang ada, dengan dalil (baca: dalih) maslahat.

Oleh itu, jika kita khawatir akan terjebak dengan pelbagai penyakit yang akan menyerang organ-organ tubuh kita, ada penyakit lain yang lebih besar harus kita khawatiri dan hindarkan, iaitu penyakit “MEMBELAKANGKAN SYARIAT ISLAM”. Penyakit itulah yang telah membekam kemuliaan umat Islam ini. Ayuh, tegakkan syariat dan tolak penyakit umat. AllahuAkbar!

Wallahua’alm…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: