Lautan Pemikiran

Berfikir Jalan Keimanan

Jangan Marah

Posted by thinker on 31/08/2009

Kelmarin saya menonton rancangan bola sepak di sebuah restoran mamak. Sambil merehatkan minda yang sedang kepenatan sehari suntuk mendepani Laptop tercinta. Sejenak, malam itu dipenuhi para pencinta bola sepak. Red Devils Vs The Gunners, begitulah panggilan bagi kedua team gergasi bola sepak England itu, yang merupakan dua kelab yang tidak pernah akur sesamanya dalam merebut tahta liga domestik, mahupun kompetitif lainnya. Keputusan pada malam itu memihak kepada Red Devils dengan kemenangan 2 – 1.

Marah… Begitulah reaksi yang ditunjukkan oleh para penyokong kelab yang kalah. Kemarahan itu sangat membuak ketika mana para penyokong kelab seberang (pihak lawan) mengejek kelabnya yang sedang mengalami kekalahan itu. Mungkin jika ada pistol digenggam, tentu satu persatu orang-orang yang membuat mereka marah sudah ditembak, agar hatinya puas dan reda.

Marah… Salah satu bahagian dari emosi ini yang memang sulit dikendalikan. Marah untuk kebaikan, sering digunakan untuk membenarkan tindakan kita yang kita anggap benar. Tapi, melihat bentuk kemarahan, adalah lebih baik jika kita menelaahnya terlebih dahulu, barulah kemudian kita bertindak, kerana akibat dahsyat yang dihasilkannya adalah setanding bahkan melebihi bom atom atau nuklear. Tak percaya?

Marah adalah senjata ampuh untuk mengoyak-koyakkan pemikiran. Marah adalah jalan menuju pintu syaitan yang dengan mudah mengalir di nadi-nadi pembuluh darah kita untuk mengaburkan apa yang sudah tertanam dengan baik. Marah adalah bentuk reaksi yang boleh menimbulkan reaksi berbeza. Cukup beruntung, jika reaksi yang ditimbulkan adalah kebaikan, bagaimana jika sebaliknya? Marah adalah salah satu bentuk reaksi yang diharapkan untuk menghancurkan umat Islam, oleh musuh-musuhnya secara halus.

Setiap orang berhak marah? Rasulullah pun pernah marah saat melihat perempuan Muslim berkhimar diganggu orang Yahudi, saat bertransaksi di pasar Madinah. Baginda marah, tapi penyaluran marah baginda untuk menyelamatkan umatnya dari segala sisi. Apa yang terjadi jika kita marah hanya untuk ekspresi diri demi untuk sebuah kepuasan hati? Hati adalah sebuah jendela tak bernama yang mempunyai tuan. Tuannya akan menggerakkannya semahunya. Kalau tuannya baik, insyaAllah akan terbawa baik, jika sebaliknya? na’udzubillah….

Hati yang beku tidak akan boleh marah, takut, sedih, atau mencintai. Separah dan semudah itukah ungkapan “hati beku” kita berikan kepada sebuah kelab bola sepak? Misalnya Arsenal mahupun Manchester United? Keputusan adalah proses penelaahan di dalam hati yang ditransmisikan ke otak lalu dialirkan ke pembuluh-pembuluh darah di seluruh nadi tubuh lalu kembali ke arteri hingga menuju jantung sebagai pusatnya dan berbuah reaksi. Sejauh mana Anda boleh menahan amarah Anda?

2 Responses to “Jangan Marah”

  1. jebbat said

    Salam ya akhi.

    Banyak info.
    Sudi tukar link ya akhi.

  2. thinker said

    Wa’iyya Alaikum Salam akhi,

    ana sudah menambah link-blog anta… syukron…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: